Selasa, 26 Januari 2021

Internet: Menurutku

Aku dan internet, serta baik buruknya penggunaan teknologi informasi.

    Hai internet namaku Rafly, seorang buruh pabrik farmasi yang sedang mengejar gelar sebagai ahli kimia. Sebagai seorang buruh sekaligus seorang mahasiswa, kebutuhan akan teknologi informasi sangatlah diperlukan, mulai dari penggunaan komputer dalam proses perburuhan dan penggunaan smartphone dalam mengakses materi perkuliahan. 

    Kali ini aku akan membahas pandanganku tentang pentingnya teknologi informasi dan keresahanku tentang teknologi ini.Teknologi informasi menemani hari-hari masa kecilku, TV (television) yang diletakan diruang tengah menjadi hiburan utama bagiku dan keluarga kecilku.


 



    Ayah yang membuatku jengkel karena hampir tidak pernah absen menonton klub sepakbola kebanggan bertanding, padahal pada jam yang sama serial "anime naruto" sedang ditayangkan. Seiring bertambahnya usia teknologi informasi juga terus berkembang, Bukan hanya dapat mengakses TV dan radio, disekolah dasar aku sudah dapat mengakses HP (handphone). HP pertamaku adalah HP bermerek “Esia merdeka” cukup nasionalis bukan?


 



    Kala itu HP hanya kugunakan untuk mengirim SMS iseng kepada teman-temanku yang juga dapat mengaskses HP, sebuah hal yang sia-sia menurutku memberikan akses HP kepada anak SD jika dipikir sekarang.

    Seirng dengan perkembangan zaman masuklah sebuah teknologi sistem operasi bernama Android biasa disebut smarthphone, berbeda dengan HP Esia merdeka miliku, HP bersistem operasi Android berjenis touch screen sebuah gebrakan yang menabjubkan menurutku kala itu.

    Melihat seorang teman dibangku SMP yang menggunakan smarthphone ini untuk bermain game sungguh membuatku tertarik dengan teknologi ini. Bukan hanya menabjubkan ketika dipakai bermain game, smartphome ini dilengkapi dengan fitur internet yang sangat mudah diakses berbeda dengan HP lawas yang kebanyakan tidak bisa dipakai untuk mengakses inetrnet.

    Fenomena penggunaan aplikasi chating seperti blackberry massanger. line, kakao talk. dan pengggunaan sosial media mulai merebak. Dengan adanya fitur yang sangat memudahkan ini, penggunaanya dapat dengan praktis bertukar informasi dengan aktual dan efektif.

 

    Bukan hanya HP yang menggunakan teknologi sistem operasi android pada kala itu TV juga sedang marak dipasangi sistem operasi ini yang menjadikan TV menjadi smarttv,. Berbeda dengan TV lawas berbentuk tabung TV model terbaru berbentuk lebih ramping dan tipis. smarttv juga dapat digunakan untuk mengakses lebih banyak informasi karena kemampuannya yang dapat mengakses internet atau bahkan menonton Youtube.

    Semua kemajuan teknologi infromasi sangat berkembang dan peralihan dari analog ke digital sangat terasa. Seperti misalkan radio yang mulai ditinggalkan, para pendengar yang ingin mengakses konten informasi berupa audio berganti ke platfom digital yang menyediakan podcast.

 

    Hal-hal yang bersifat digital pada kala itu  mulai bermunculan salah satunya ujian yang diselenggarakan secara online menggunakan komputer ketika aku menduduki bangku SMK. Bahkan ketika dalam kondisi pandemi pada hari ini banyak sekali kegiatan yang sangat-sangat signifikan berpindah menggunakan perangkat teknologi  informasi, seperti misalkan di tempatku bekerja menerapkan proses perekrutan karyawan baru menggunakan metode daring, dengan memanfaatkan aplikasi video call seperti Zoom.

    Semua teknologi terus berkembang sampai hari ini mulai dari laptop, HP, TV bahkan media yang terus berinovasi dan berubah wujud menjadi konten digital yang diunggah di sosial media, semua hal itu sangat  berpengaruh pada perkembangan hidup orang-orang pada masa ini. Namun selalu ada dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang  masif ini.

    Penyebaran hoax atau berita bohong menjadi permasalahan yang selalu hadir seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang, Karena hoax seseorang dapat dikelabui dan membuat orang lain ikut terjerumus kepada ketidaktahuan yang terus  diciptakan diri sendiri.

    Mudahnya akses internet dan kurangnya  pemahaman setiap individu dalam mencerna informasi yang didapat menjadi hal yang membuat hoax mudah menyebar dan terus ada. Harus ada edukasi dalam hal mengolah informasi, selain itu edukasi tentang etika menggunakan internet harus diperoleh oleh tiap-tiap individu.

   Penipuan dan pencurian data pribadi juga kerap terjadi dan menghantui pengguna internet. Menurutku pengguna internet harus lebih berhati-hati dan dapat memilih mana hal yang berupa fakta dan hal yang berupa omong kosong atau pun hoax.

    Internet dapat menjadi sarana yang sangat  luar biasa dalam menjalankan hal-hal yang  tidak dapat dibayangkan ketika kemunculannya belum ada, belum lagi teknologi AI (atificial intelegent) yang sedang gembor-gembor dikembangkan akan denga  mudah membantu kebutuhan kita dalam mendapatkan infomasi.

    Seiring dengan semua yang serba smart penggunanya sendiri pun harus terus mengimbangi teknlogi dan lebih smart dari teknologi yang dipakai, jangan sampai kita dikendalikan oleh alat yang seharusnya membantu kita dalam mempermudah kehidupan.


ditulis dan disusun oleh: Rafly Febian
kunjungi instagram saya di @mystic.onion







Selasa, 05 Januari 2021

Dilema Sosial Media


Dilema Sosial Media

Dewasa ini, pengembangan internet sangatlah pesat, seiring dengan kemajuan sains dan teknologi internet menjadi sangat mudah diakses oleh semua kalangan. Beragam aktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan internet salah satunya adalah menggunakan sosial media.









Apa itu sosial media ?
Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sosial media sangatlah digemari oleh pengguna internet karena sosial media dapat diakses secara gratis dan dapat memberikan informasi terkini terhadap apa yang terjadi disekitar, bahkan dewasa ini sosial media sering digunakan sebagai media dalam proses jual beli.

Berikut adalah beberapa contoh sosial media:
1. Whatsapp
2. Instagram
3. Facebook
4. Twitter
5. Line
6. Tiktok

Dengan semua kemudahan yang dapat dinikmati dari sosial media, sosial media sendiri punya banyak dampak negatif, salah satu dampak yang sangat meresahkan saya adalah sosial media sebagai media yang membuat kecanduan untuk beberapa kalangan orang. Orang-orang yang kecanduan sosial media kerap kali menghabiskan waktunya untuk melihat layat smart phone untuk mengakses sosial media, tiada hari bahkan jam tanpa sosial media. Ketika smartphone dijauhkan atau koneksi internet yang tiba-tiba tidak lancar orang yang sudah kecanduan sosial media akan merasa resah dan tidak nyaman.

Untuk beberapa orang mungkin menatap layar smartphone berlama-lama adalah pekerjaan dan bisa menjadi hal yang bermanfaat tapi untuk beberapa orang yang berlama-lama menatap layar smartphone untuk hal-hal yang tidak menghasilakan saya rasa perlu ada penyesuaian dan kontrol diri dalam penggunaan internet terutama sosial media, karena menurut saya manusia adalah makhluk sosial, sosial media diciptakan untuk mempermudah proses sosialisasiyang. Manusia terkadang lupa bahwa sosialisasi secara ril lah yang dapat mengembalikan manusia kepada hakikat manusia sebagai makhluk sosial, jangan karena mendekatkan sesuatu yang jauh malah menjauhkan sesuatu yang dekat.

Terimakasih

Minggu, 20 Desember 2020

Review Singkat OPPO A11k: Pilihan Baru di Segmen Entry Level

Original Sumber: https://gizmologi.id/review/oppo-a11k-entry-level/




Sebagai salah satu penguasa pasar, OPPO Indonesia terus berupaya untuk memperkuat pengaruhnya di Tanah Air. Kali ini, produsen smartphone asal Shenzhen tersebut membidik segmen entry level melalui produk terbarunya.
Meski bujetnya terbatas, kelas menengah ke bawah memang bepengaruh besar dalam penjualan ponsel. Terutama untuk pasar Indonesia, bentuk pasar smartphone masih seperti piramida, di mana segmen menengah ke bawah adalah yang paling besar.

Nah, dirilisnya OPPO A11k ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkat segmen tersebut. Saat sedang berkunjung ke The Highland Park Resort di Bogor bareng OPPO, saya berkesempatan untuk mencoba perangkat ini dalam waktu singkat. Berikut ini impresi singkat saya terhadap OPPO A11k.

Desain

                                     

Dibuat untuk segmen entry level, tetapi OPPO A11k dirancang dengan desain yang cukup baik dan atraktif. Desainnya terinspirasi oleh pola potongan berlian pada bagian belakang. Tampil dengan variasi pola acak yang memberikan corak berbeda.

OPPO menyebut kalau konsep desain pada ponsel ini adalah 3D Diamond Blaze Design. Ada dua pilihan warna yakni hitam dan putih sesuai selera. Waktu itu saya kebagian yang warna biru yang terlihat memikat untuk anak muda.

Bagian depan dipenuhi dengan layar sentuh, kemudian di samping kiri terdapat tombol volume dan samping kanan tombol Power. Di bagian bawah, terdapat lubang speaker, port jack audio 3,5mm dan port micro USB. Desain ergonomis dan bodi lengkung yang elegan menawarkan pengalaman penggunaan satu tangan yang mudah. Disertai dengan bobot ringan yang nyaman hanya 165 gram. Secara umum, ponsel ini cukup nyaman di genggaman tangan dan juga ketika dimasukkan ke dalam kantong celana.

Layar

OPPO A11k memiliki layar  waterdrop 6,22 inci dengan resolusi HD+ 1520 × 720. Tentu saja kita tidak bisa mengharapkan kualitas layar yang ekstra tajam dan smooth seperti halnya di kelas flagship. Bagaimanapun, layar yang dihadirkan di OPPO A11k sudah mencukupi kebutuhan pengguna di kelasnya.

Antarmuka tang tampil di layar memang masih yang lama yakni ColorOS 6.1.2. Begitupun dengan sistem operasinya yang memakai Android 9. Meski demikian, OPPO membekalinya dengan teknologi perlindungan mata berjenis blue light shield. Kehadiran filter cahaya biru dapat mencegah ketegangan mata dan melindungi penglihatan ketika menonton video atau bermain game dalam waktu yang cukup lama.

Kamera


Di kelas apapun, kamera selalu menjadi perhatian. Karena memang sudah menjadi fitur utama pada sebuah ponsel. Terlebih di era media sosial di mana berbagai konten foto dan video sudah menjadi keniscayaan. Sehingga kualitas kamera yang mumpuni sudah menjadi keharusan.

Tapi tentu saja, kita harus lebih bijak dengan menurunkan ekspektasi. Menyadari sejak awal bahwa ini adalah ponsel kelas entry, sehingga dalam hal fitur maupun kualitas tidak bisa disejajarkan dengan ponsel kelas atas seperti Reno, lebih-lebih lagi seri Find.

OPPO A11k dilengkapi kamera belakang ganda dengan teknologi AI (artificial intelligence). Kamera utama sebesar 13MP yang mendukung mode burst dan 6x perbesaran digital. Sedangkan kamera portrait 2MP memberikan kesan kedalaman melalui efek bokeh untuk menghasilan foto terbaik.

Kemudian kamera depan 5MP didukung dengan AI Beautification yang dapat dengan cerdas mengoptimalkan foto selfie. AI Beautification dapat secara otomatis mendeteksi jenis kulit, usia, jenis kelamin, dan warna kulit, dan menciptakan solusi percantik wajah yang melalui tahapan penyesuaian.

Secara umum, kualitasnya sudah mencukupi kebutuhan untuk pengguna di kelasnya. Terlebih dengan beberapa fitur tambahan, termasuk yang menurut saya esensial adalah Soloop. Bagi yang ingin menjadi kreator TikTok ataupun Youtuber pemula, OPPO A11k hadir dengan Soloop Smart Video Editor yang dapat membantu menyunting video keren dengan filter sinematik dengan sangat mudah.

Hasil foto kamera OPPO A11K


Kinerja













Jujur saja, karena waktu yang sangat singkat, saya tidak sempat untuk menguji kinerja dari ponsel ini. Tapi dari spesifikasi OPPO A11k di atas kertas, kita bisa menerka seperti apa kinerja yang dihadirkan pada perangkat ini.

OPPO A11k dibekali dengan RAM 2GB dan memori internal sebesar 32GB. Jika dirasa masih kurang, terdapat opsi perluasan internal dengan kartu tambahan hingga 256GB. Memastikan pengalaman penggunaan perangkat harian yang lancar. Tapi tentu saja, untuk RAM kita tidak bisa melakukan penambahan kapasitas lagi. Harus terima apa adanya.

Untuk menunjang kinerja, otak dari OPPO A11k dipercayakan pada MediaTek yang membenamkan chipset Helio P35. Chipset ini memiliki prosesor octa-core kelas 12 nm dengan kecepatan hingga 2,3Ghz. Sudah mencukupi untuk digunakan bermain game online, media sosial, maupun belajar di rumah.

Original Sumber: https://gizmologi.id/review/oppo-a11k-entry-level/

Internet: Menurutku

Aku dan internet, serta baik buruknya penggunaan teknologi informasi.      Hai internet namaku Rafly, seorang buruh pabrik farmasi yang seda...